Sunyi semakin larut, malam menghantui jiwa yang ramai tapi sepi. Berkelana dalam kabut kipura-puraan, membawa hati semakin tidak menentu. Jiwa palsu akibat kesombongan diri yang terus menyeruak menghadapi mimpi-mimpi yang tinggal mimpi.
Pelantun lagu berubah menjadi pendongeng cengeng. Para wakil menjadi para penjudi yang siap mempertaruhkan apapun untuk menang. Mimpi tinggallah mimpi karena perjuangan telah mati.
Di kamar yang gelap 25 juni 2013
Monday, June 24, 2013
Friday, June 21, 2013
Selamat Pagi Diam
Pagi yang indah, pagi yang penuh dengan kedamaian pagi yang penuh dengan diam. Janganlah engkau terdiam terbelenggu oleh diam itu sendiri. Lekaslah bangun dan hirup udara pagi yang penuh dengan diam.
Diam Selalu hadir ketika sebuah masalah yang berat tak terselesaikan dengan bicara. Diam hadir ketika semua suara tak lagi bisa diharapkan. Diam terjadi ketika mimpi-mimpi merasuki alam bawah sadar kita. Diam berdatangan ketika kita tak mengharapkannya.
Pagi yang diam sungguh indah, sungguh bersih, andai saja setiap waktu bisa seperti ini pasti ketenangan akan menghampiri diri kita. Pagi yang diam selalu menjadi pemanis awali hari yang selalu tak bisa diam. Pagi yang diam adalah penyejuk hati penyegar jiwa dan penggerak badan untuk terus melangkah dengan yakin.
Semua diam embun-pun terdiam, begitu pula diriku mencari celah untuk terus maju meski yang lainnya terus berlomba saling mendahului untuk maju. Semua naik meski pagi terdiam, kabar pagi ini BBM naik namun pagi-pun masih terdiam. Mengingatkan orang untuk tenang dan diam.
Kediaman pagi bukan karena wujud sebuah menyerah berusaha, tetapi wujud dari kedewasaan rohani untuk mendiamkan diri. Pagi yang diam adalah penuntun jiwa yang terganggung akan pikiran yang tidak pernah bersih menyikapi segala hal. Pagi Yang Diam
Di kamar yang masih gelap
Biasa Saja
Diam Selalu hadir ketika sebuah masalah yang berat tak terselesaikan dengan bicara. Diam hadir ketika semua suara tak lagi bisa diharapkan. Diam terjadi ketika mimpi-mimpi merasuki alam bawah sadar kita. Diam berdatangan ketika kita tak mengharapkannya.
Pagi yang diam sungguh indah, sungguh bersih, andai saja setiap waktu bisa seperti ini pasti ketenangan akan menghampiri diri kita. Pagi yang diam selalu menjadi pemanis awali hari yang selalu tak bisa diam. Pagi yang diam adalah penyejuk hati penyegar jiwa dan penggerak badan untuk terus melangkah dengan yakin.
Semua diam embun-pun terdiam, begitu pula diriku mencari celah untuk terus maju meski yang lainnya terus berlomba saling mendahului untuk maju. Semua naik meski pagi terdiam, kabar pagi ini BBM naik namun pagi-pun masih terdiam. Mengingatkan orang untuk tenang dan diam.
Kediaman pagi bukan karena wujud sebuah menyerah berusaha, tetapi wujud dari kedewasaan rohani untuk mendiamkan diri. Pagi yang diam adalah penuntun jiwa yang terganggung akan pikiran yang tidak pernah bersih menyikapi segala hal. Pagi Yang Diam
Di kamar yang masih gelap
Biasa Saja
Wednesday, June 12, 2013
Diam Perlu Tetapi Bergerak Juga Sangat Diperlukan
Berkali-kali saya menyerukan untuk diam kali ini lanjutan dari perjalanan saya dalam diam menemukan bahwa diam itu perlu tetapi bergerak juga sangat diperlukan diamku tidak akan ada artinya jika aku hanya berdiam diri. Sebuah usaha identik dengan sebuah pergerakan. untuk itu diam perlu tetapi bergerak juga sangat diperlukan.
Sekali lagi saya akan tetap menyerukan untuk diam karena bagaimanapun diam itu deperlukan. Mari kita mengupas teori Albert Einstein yaitu E=m*c^2 (E sama dengan m dikali c pangkat 2). Kita mengetahui bahwa c itu adalah kecepatan cahaya dan m adalah massa sedangkan E adalah Energi. Katakanlah dalam setiap perubahan memermulakan sebuah energi yang besar, maka teori Einstein tersebut benar-benar berlaku. Perubahan diwakili energi (E) sedangkan diam diwakili oleh massa (m) karena massa kecenderungannya adalah melakukan gaya Newton yang menuju ke arah bumi atau mempertahankan posisinya. Sedangkan gerak diwakili oleh kecepatan cahaya (c).
Saya menduga Albert Einstein tidak hanya mengajari kita teori tersebut diaplikasikan hanya untuk sebatas ilmu sains saja tetapi juga untuk diaplikasikan untuk kehidupan sehari-hari. Einstein mengajari kita bagaimana kita berubah, mengubah nasib kita, mengubah pola pikir kita. Nabi Muhammad SAW juga mengajari kita dengan Hijrah, berpindah, move on, semua ini menunjukan bahwa kita harus bergerak namun dengan teori Einstein kita jadi memahami bahwa perubahan tidak sekedar memerlukan pergerakan tetapi juga memerlukan diam.
Memang sulit untuk menjadi manusia yang sepurna tetapi anda tidak akan sulit untuk menjadi manusia yang mau bergerak dan berubah serta tau kapan harus berhenti. Jadilah pribadi yang super, karena kita adalah manusia super,, salam Kuper,,, upss Salam Super...
Sekali lagi saya akan tetap menyerukan untuk diam karena bagaimanapun diam itu deperlukan. Mari kita mengupas teori Albert Einstein yaitu E=m*c^2 (E sama dengan m dikali c pangkat 2). Kita mengetahui bahwa c itu adalah kecepatan cahaya dan m adalah massa sedangkan E adalah Energi. Katakanlah dalam setiap perubahan memermulakan sebuah energi yang besar, maka teori Einstein tersebut benar-benar berlaku. Perubahan diwakili energi (E) sedangkan diam diwakili oleh massa (m) karena massa kecenderungannya adalah melakukan gaya Newton yang menuju ke arah bumi atau mempertahankan posisinya. Sedangkan gerak diwakili oleh kecepatan cahaya (c).
Saya menduga Albert Einstein tidak hanya mengajari kita teori tersebut diaplikasikan hanya untuk sebatas ilmu sains saja tetapi juga untuk diaplikasikan untuk kehidupan sehari-hari. Einstein mengajari kita bagaimana kita berubah, mengubah nasib kita, mengubah pola pikir kita. Nabi Muhammad SAW juga mengajari kita dengan Hijrah, berpindah, move on, semua ini menunjukan bahwa kita harus bergerak namun dengan teori Einstein kita jadi memahami bahwa perubahan tidak sekedar memerlukan pergerakan tetapi juga memerlukan diam.
Memang sulit untuk menjadi manusia yang sepurna tetapi anda tidak akan sulit untuk menjadi manusia yang mau bergerak dan berubah serta tau kapan harus berhenti. Jadilah pribadi yang super, karena kita adalah manusia super,, salam Kuper,,, upss Salam Super...
Tuesday, June 11, 2013
Berkelana Dalam Diam
Setelah dalam beberapa lama ini saya berkelana dalam diam, kali ini akan saya tuliskan hasil pengembaraanku dalam diam. Saya mohon anda jangan melanjutkan membaca tulisan ini karena membaca tulisan saya bisa mengakibatkan mata berkunang-kunang, pusing sebelah, dan batuk yang tiada henti (tentunya kalau anda sebelumnya sedang mengidap penyakit tersebut).
Sampai saat ini saya masih bingung masih ada saja orang berkunjung ke blog ini. Adakah yang salah dalam saya menulis atau memang orang sedang mencari arti diam yang sesungguhnya, atau sedang mencari-cari metode pengobatan dengan diam. Atau apalah yang sampai sekarang saya juga tidak mengatahuinya. Jadi tolong setelah membaca silahkan di beri komentar, dicaci, dimaki atau apalah saya tidak akan marah kepada anda.
Upss lupa, baik mari kita simak hasil pengembaraan saya dalam diam beberapa waktu yang lalu. Diam itu emas, sebuah peribahasa yang memberikan sebuah pelajaran yang kelihatannya sebuah kekeliruan tetapi peribahasa tersebut menunjukan bahwa nenek moyang kita mengajarkan kita untuk bisa diam agar kita menjadi lebih berwibawa atau berharga. Tentu saja diam yang dimaksud bukanlah diam yang berarti mendiamkan diri untuk tidak berbuat apapun. Diam disini lebih ditekankan pada suatu saat ketika dimana orang lain sedang berbicara, semisal didalam kelas atau dalam forum.
Dengan kita bisa mengontrol diri untuk tidak selalu bicara yaitu dengan diam dan mendengarkan pendapat orang lain maka akan lahirlah demokrasi yang sesungguhnya, demokrasi yang memungkinkan untuk semua orang saling mengemukakan pendapat dan mengkaji semua pendapat tersebut. Berbeda dengan "maaf" oknum anggota dewan yang terhormat ketika sedang berdiskusi maunya menang sendiri padahal dia sangat kecil pengetahuannya dibidang topik diskusi tersebut.
Malahan ada beberapa anggota yang jauh lebih menguasai ilmu diam sampai-sampai ketika semua orang lain berfikir berbicara ia malahan terdiam untuk menidurkan diri. Sungguh unik fenomena ini, ini bukanlah yang dimaksud diam adalah emas.
Diam itu mematikan. Dengan diam kita bisa membuat lawan bicara kita kebingungan dengan apa yang ia bicarakan, jika ia sebenarnya tidak menguasai pembicaraan tersebut. Lihat saja ketika kita sedang ngobrol berdua dengan seseorang lalu tiba-tiba kita terdiam atau jika kita balik pasti kita akan kebingungan sedang ngapain lawan bicara kita, mengerti atau kita yang keliru dalam berbicara.
Diam memang unik, maka dari itu saya akan diam lagi, hasil pengembaraan saya akan saya tuliskan dilain kesempatan. KOMENTAR ANDA DITUNGGU!!!!!
Sampai saat ini saya masih bingung masih ada saja orang berkunjung ke blog ini. Adakah yang salah dalam saya menulis atau memang orang sedang mencari arti diam yang sesungguhnya, atau sedang mencari-cari metode pengobatan dengan diam. Atau apalah yang sampai sekarang saya juga tidak mengatahuinya. Jadi tolong setelah membaca silahkan di beri komentar, dicaci, dimaki atau apalah saya tidak akan marah kepada anda.
Upss lupa, baik mari kita simak hasil pengembaraan saya dalam diam beberapa waktu yang lalu. Diam itu emas, sebuah peribahasa yang memberikan sebuah pelajaran yang kelihatannya sebuah kekeliruan tetapi peribahasa tersebut menunjukan bahwa nenek moyang kita mengajarkan kita untuk bisa diam agar kita menjadi lebih berwibawa atau berharga. Tentu saja diam yang dimaksud bukanlah diam yang berarti mendiamkan diri untuk tidak berbuat apapun. Diam disini lebih ditekankan pada suatu saat ketika dimana orang lain sedang berbicara, semisal didalam kelas atau dalam forum.
Dengan kita bisa mengontrol diri untuk tidak selalu bicara yaitu dengan diam dan mendengarkan pendapat orang lain maka akan lahirlah demokrasi yang sesungguhnya, demokrasi yang memungkinkan untuk semua orang saling mengemukakan pendapat dan mengkaji semua pendapat tersebut. Berbeda dengan "maaf" oknum anggota dewan yang terhormat ketika sedang berdiskusi maunya menang sendiri padahal dia sangat kecil pengetahuannya dibidang topik diskusi tersebut.
Malahan ada beberapa anggota yang jauh lebih menguasai ilmu diam sampai-sampai ketika semua orang lain berfikir berbicara ia malahan terdiam untuk menidurkan diri. Sungguh unik fenomena ini, ini bukanlah yang dimaksud diam adalah emas.
Diam itu mematikan. Dengan diam kita bisa membuat lawan bicara kita kebingungan dengan apa yang ia bicarakan, jika ia sebenarnya tidak menguasai pembicaraan tersebut. Lihat saja ketika kita sedang ngobrol berdua dengan seseorang lalu tiba-tiba kita terdiam atau jika kita balik pasti kita akan kebingungan sedang ngapain lawan bicara kita, mengerti atau kita yang keliru dalam berbicara.
Diam memang unik, maka dari itu saya akan diam lagi, hasil pengembaraan saya akan saya tuliskan dilain kesempatan. KOMENTAR ANDA DITUNGGU!!!!!
Sunday, May 26, 2013
Suara Sumbang
Suara sumbang adalah suara yang dianggap melenceng dari nada dasar. Kebanyakan orang menganggap suara sumbang adalah suara mati yang tak sepatutnya diperdengarkan. Suara sumbang adalah suara yang nyleneh yang tidak sama dengan suara pada umumnya.
Dalam musik Jazz suara sumbang adalah ide dasar lahirnya musik tersebut. Saya kurang tau pasti karena saya bukan pemusik Jazz. Tetapi dari apa yang saya ketahui dan sempat juga mendapatkan qauliyah 1 jam bersama Beben Jazz bahwa Jazz itu tangga nadanya ada yang berbeda dengan tangga nada pada umumnya. Dengan bahasa awam saya menyebut ada yang sumbang kalau itu dibandingkan dengan nada pada umumnya.
Berangkat dari Jazz kita ketahui bahwa Jazz adalah musik yang indah musik yang dikagumi banyak orang. Padahal kita ketahui itu berawal dari nada yang sumbang. Jadi bisa kita sedikit ambil kesimpulan bahwa nada sumbang tidak selamanya jelek sumbang bisa menjadi indah kalau tau bagaimana cara meletakannya. Bangsa Indonesia ini sudah lama bernyanyi merdu, merdu sekali. Semuanya sama, sama saja, sama-sama bermental kuli, tak berakal meski berotak. Sudah saatnya ganti trend masuk ke nada sumbang.
Jiwa muda harusnya menyukai nada sumbang. Mahasiswa kritis suka berdemo itu menyuarakan nada sumbang. Hal itu adalah cikal bakal perubahan Indonesia tetapi sedikit mahasiswa yang konsisten menyuarakan nada sumbang. Atau mungkin karena terlalu seringnya mendengar suara merdu membuat mahasiswa begitu lepas dari embel-embel mahasiswa menjadi ikut-ikutan menyanyikan nada merdu. Atau mungkin karena mereka menyadari bahwa menjadi nada sumbang itu sulit karena sebagian besar bernyanyi merdu.
Sampai saat ini saya belum mengerti apakah saya bernada sumbang atau nyaring bunyinya. Yang jelas saya akan menjadi saya dan tidak akan memiliki apa-apa (harapan dan doa).
Dari kamar yang pengap..
Dalam musik Jazz suara sumbang adalah ide dasar lahirnya musik tersebut. Saya kurang tau pasti karena saya bukan pemusik Jazz. Tetapi dari apa yang saya ketahui dan sempat juga mendapatkan qauliyah 1 jam bersama Beben Jazz bahwa Jazz itu tangga nadanya ada yang berbeda dengan tangga nada pada umumnya. Dengan bahasa awam saya menyebut ada yang sumbang kalau itu dibandingkan dengan nada pada umumnya.
Berangkat dari Jazz kita ketahui bahwa Jazz adalah musik yang indah musik yang dikagumi banyak orang. Padahal kita ketahui itu berawal dari nada yang sumbang. Jadi bisa kita sedikit ambil kesimpulan bahwa nada sumbang tidak selamanya jelek sumbang bisa menjadi indah kalau tau bagaimana cara meletakannya. Bangsa Indonesia ini sudah lama bernyanyi merdu, merdu sekali. Semuanya sama, sama saja, sama-sama bermental kuli, tak berakal meski berotak. Sudah saatnya ganti trend masuk ke nada sumbang.
Jiwa muda harusnya menyukai nada sumbang. Mahasiswa kritis suka berdemo itu menyuarakan nada sumbang. Hal itu adalah cikal bakal perubahan Indonesia tetapi sedikit mahasiswa yang konsisten menyuarakan nada sumbang. Atau mungkin karena terlalu seringnya mendengar suara merdu membuat mahasiswa begitu lepas dari embel-embel mahasiswa menjadi ikut-ikutan menyanyikan nada merdu. Atau mungkin karena mereka menyadari bahwa menjadi nada sumbang itu sulit karena sebagian besar bernyanyi merdu.
Sampai saat ini saya belum mengerti apakah saya bernada sumbang atau nyaring bunyinya. Yang jelas saya akan menjadi saya dan tidak akan memiliki apa-apa (harapan dan doa).
Dari kamar yang pengap..
Tuesday, May 21, 2013
Puasa Bisu
Sekian lama saya tidak menuliskan apa yang menjadi uneg-uneg saya. Saya sedang menjalani puasa untuk membisu. Banyak sekali uneg-uneg yang tersimpan selama saya menjalani puasa. Uneg-uneg ini tidak akan saya sampaikan semuanya disini karena kalau saya sampaikan artinya saya puasa hanya terpaksa saya puasa hanya ibarat pohon yang tidak berbuah.
Tidak berbuah tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah ketika pohon berbuah dan buahnya busuk itu yang akan menjadikan kekecewaan terhadap pemiliknya. Itu pula yang sedang terjadi di Indonesia, buah-buah yang didapat adalah buah busuk. Semua seolah-olah membela rakyat kecil tetapi apa yang mereka omongkan tidak sama dengan apa yang mereka lakukan.
Tidak berbuah tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah ketika pohon berbuah dan buahnya busuk itu yang akan menjadikan kekecewaan terhadap pemiliknya. Itu pula yang sedang terjadi di Indonesia, buah-buah yang didapat adalah buah busuk. Semua seolah-olah membela rakyat kecil tetapi apa yang mereka omongkan tidak sama dengan apa yang mereka lakukan.
Monday, April 15, 2013
Diamku karena dipaksa
Aku terdiam sekian lama. Aku mencoba mencerna memaknai apa yang selama ini telah aku terima. Diamku karena dipaksa untuk diam. Siapa yang memaksanya?
Susunan-susunan peraturan kehidupan. Susunan-susunan pemahaman akan sebuah kehidupan. Peraturan yang dangkal dan sarat akan modifikasi penjajahan mental Bangsa. Pemahan Bangsa yang dangkal dan mudah terjajah oleh kemunafikan, oleh sesuatu yang lemah.
Bangsa mudah di arahkan ke kanan atau ke kiiri. Yang sehingga membuatku dipaksa terdiam. Karena majuku adalah mundurnya mereka dan mundurku adalah majunya mereka.
DIAM!!!
Susunan-susunan peraturan kehidupan. Susunan-susunan pemahaman akan sebuah kehidupan. Peraturan yang dangkal dan sarat akan modifikasi penjajahan mental Bangsa. Pemahan Bangsa yang dangkal dan mudah terjajah oleh kemunafikan, oleh sesuatu yang lemah.
Bangsa mudah di arahkan ke kanan atau ke kiiri. Yang sehingga membuatku dipaksa terdiam. Karena majuku adalah mundurnya mereka dan mundurku adalah majunya mereka.
DIAM!!!
Thursday, April 11, 2013
Diamku Bukan Berarti Tidak Mau
Engkau berulah aku diam
Engkau memakiku aku diam
Engkau menindasku aku diam
Engkau merampoku aku diam
Engkau tipu aku akupun terdiam
Engkau hina aku akupun terdiam
Engkau kelabuhi aku akupun terdiam
Engkau bohongi aku akupun terdiam
Engkau sesukamu akupun terdiam
Engkau tidak peduli akupun terdiam
Engkau cuek akupun terdiam
Engkau tidur akupun terdiam
Bukan karena diam lalu aku tidak tau dan tidak peduli
Aku diam karena diamku adalah sebuah pelajaran bagimu untuk lebih mengerti diri
(Kubah Khoirurobiq Jogja, 12/4/2013 )
Engkau memakiku aku diam
Engkau menindasku aku diam
Engkau merampoku aku diam
Engkau tipu aku akupun terdiam
Engkau hina aku akupun terdiam
Engkau kelabuhi aku akupun terdiam
Engkau bohongi aku akupun terdiam
Engkau sesukamu akupun terdiam
Engkau tidak peduli akupun terdiam
Engkau cuek akupun terdiam
Engkau tidur akupun terdiam
Bukan karena diam lalu aku tidak tau dan tidak peduli
Aku diam karena diamku adalah sebuah pelajaran bagimu untuk lebih mengerti diri
(Kubah Khoirurobiq Jogja, 12/4/2013 )
Diam itu Sebuah Kemerdekaan Sesungguhnya.
Tidak perlu berteriak
Tidak perlu berbicara
Tidak perlu berargumen
Tidak perlu bilang saya merdeka
Tidak perlu menuntut apa-apa
Tidak perlu kesana-kemari
Tidak perlu naik turun
Tidak perlu kemana-mana
Tidak perlu ke Negar lain
Tidak perlu memohon bantuan
Tidak perlu bergerak
Cukup diam, diam dan diam
Renungi hidup
Dan Kemerdekaan yang sejati akan kita dapatkan.
Tidak perlu berbicara
Tidak perlu berargumen
Tidak perlu bilang saya merdeka
Tidak perlu menuntut apa-apa
Tidak perlu kesana-kemari
Tidak perlu naik turun
Tidak perlu kemana-mana
Tidak perlu ke Negar lain
Tidak perlu memohon bantuan
Tidak perlu bergerak
Cukup diam, diam dan diam
Renungi hidup
Dan Kemerdekaan yang sejati akan kita dapatkan.
Wednesday, April 10, 2013
Puasa Diam Ditengah Kebebasan Berbicara
Negara ini negara demokrasi katanya sih. Negara ini menjamin setiap orang untuk bebas berpendapat katanya juga sih. Dan negara ini membebaskan untuk berbicara apa saja asalkan itu ada bukti walaupun itu menyakiti orang lain katanya juga sih.
Itu adalah sebuah era kebebasan dimana orang bebas berpendapat dimana media beramai-ramai menggali segala sesuatu (terutama yang buruk-buruk kelihatannya sih tp ya). Ditengah-tengah itu semua justru membuat saya semakin bingung akan hidup ini bukankah membuka keburukan orang lain sama saja membuka keburukan diri sendiri.
Untuk itu perlu dilakukannya puasa diam agar kita menjadi pribadi yang bersih yang tidak terkontaminasi pikiran-pikiran buruk terhadap orang lain. Saya ingin bertanya kepada anda, Lebih enak mana jika anda memikirkan yang seneng-seneng atau memikirkan yang membuat anda sedih?
Jawab dan renungkan jika kita memikirkan keburukan orang lain itu membuat kita bahagia atau tidak? Atau kita malah jadi emosi karena sikap orang-orang yang terlihat keburukannya tersebut? Indonesia melalui survey dunia menduduki peringkat satu bahwa rakyatnya yang paling bahagia. Ini adalah sebuah kekuatan yang luar biasa sehingga kenapa Indonesia bisa melalui masa-masa sulit dengan tenang-tenang saja.
Nah inilah yang menjadi kekhawatiran segelintir orang didunia takutnya Indonesia bangkit. Indonesia negara yang sangat kaya, kalau saja Bangsa ini mau marah dan tidak mengijinkan orang asing mengolah apa-apa yang dimiliki Bangsa ini maka itu adalah sebuah kebangkitan Indonesia.
Tetapi orang-orang yang tidak menginginkan Indonesia bangkit tau bahwa Bangsa ini tidak akan marah hanya karena hartanya dicuri sedikit demi sedikit. Karena Bangsa ini adalah Bangsa yang unik, tetapi yang ditakuti adalah ketika kebangkitannya itu berdasarkan kesadaran yang mungkin bisa berakibat berbaliknya arah.
Nah kesadaran itu akan muncul manakala semua rakyatnya tenang pikirannya dan tidak terbebani pikiran-pikiran kotor yang setiap hari selalu saja disuguhkan di media-media Indonesia. Berpuasalah Berpuasalah!!!
Itu adalah sebuah era kebebasan dimana orang bebas berpendapat dimana media beramai-ramai menggali segala sesuatu (terutama yang buruk-buruk kelihatannya sih tp ya). Ditengah-tengah itu semua justru membuat saya semakin bingung akan hidup ini bukankah membuka keburukan orang lain sama saja membuka keburukan diri sendiri.
Untuk itu perlu dilakukannya puasa diam agar kita menjadi pribadi yang bersih yang tidak terkontaminasi pikiran-pikiran buruk terhadap orang lain. Saya ingin bertanya kepada anda, Lebih enak mana jika anda memikirkan yang seneng-seneng atau memikirkan yang membuat anda sedih?
Jawab dan renungkan jika kita memikirkan keburukan orang lain itu membuat kita bahagia atau tidak? Atau kita malah jadi emosi karena sikap orang-orang yang terlihat keburukannya tersebut? Indonesia melalui survey dunia menduduki peringkat satu bahwa rakyatnya yang paling bahagia. Ini adalah sebuah kekuatan yang luar biasa sehingga kenapa Indonesia bisa melalui masa-masa sulit dengan tenang-tenang saja.
Nah inilah yang menjadi kekhawatiran segelintir orang didunia takutnya Indonesia bangkit. Indonesia negara yang sangat kaya, kalau saja Bangsa ini mau marah dan tidak mengijinkan orang asing mengolah apa-apa yang dimiliki Bangsa ini maka itu adalah sebuah kebangkitan Indonesia.
Tetapi orang-orang yang tidak menginginkan Indonesia bangkit tau bahwa Bangsa ini tidak akan marah hanya karena hartanya dicuri sedikit demi sedikit. Karena Bangsa ini adalah Bangsa yang unik, tetapi yang ditakuti adalah ketika kebangkitannya itu berdasarkan kesadaran yang mungkin bisa berakibat berbaliknya arah.
Nah kesadaran itu akan muncul manakala semua rakyatnya tenang pikirannya dan tidak terbebani pikiran-pikiran kotor yang setiap hari selalu saja disuguhkan di media-media Indonesia. Berpuasalah Berpuasalah!!!
Ketika yang Lain Bergerak Aku Terdiam
Mungkin ini memang judul yang aneh untuk sebuah tulisan. Tetapi memang ini judulnya karena blog ini sebenarnya juga blog yang aneh. Blog seorang yang terkena penyakit setengah, setengah badannya dalam pemikiran yang berbeda arah dengan setengah badannya yang sama arah dengan kebanyakan orang.
Bagaimana bisa itu terjadi? Saya sendiri sebagai pemilik badan juga merasa bingung kenapa ini bisa terjadi yang jelas ini berakibat terdiamnya diriku ketika yang lain bergerak. Sampai saat ini masih sulit bagaimana menjelaskan diri ini. Sampai saat ini hanya bisa terdiam menanti hilangnya diam ini. Sampai saat ini saya masih sibuk mencari apa arti diamku ini.
Menurut apa yang aku ketahui baik dari orang lain maupun dari bayangan-bayangan mimpi yang tidak jelas bahwa diam adalah salah satu perilaku yang sangat unik, karena sampai saat ini diam itu kata yang tidak baku. Karena apa yang disebut diam tidak sejatinya tidak diam, ,diam Tubuh fisik luarnya tetapi bergerak fisik dalamnya, diam raganya tetapi bergerak jiwanya. Entah ini berlaku pada semua orang atau tidak yang jelas ketika kita terdiam tertidur maka kita masih bernafas, kita masih memproduksi enzim-enzim dalam tubuh.
Maka pencarianku akan diam tidak akan sampai disini. semoga pencarianku bisa ketemu dan tertuliskan disini. Diamku bergerak bagai pohon yang terus menerus mengalirkan air keseluruh bagian-bagian terkecil dari pohon itu sendiri.
Bagaimana bisa itu terjadi? Saya sendiri sebagai pemilik badan juga merasa bingung kenapa ini bisa terjadi yang jelas ini berakibat terdiamnya diriku ketika yang lain bergerak. Sampai saat ini masih sulit bagaimana menjelaskan diri ini. Sampai saat ini hanya bisa terdiam menanti hilangnya diam ini. Sampai saat ini saya masih sibuk mencari apa arti diamku ini.
Menurut apa yang aku ketahui baik dari orang lain maupun dari bayangan-bayangan mimpi yang tidak jelas bahwa diam adalah salah satu perilaku yang sangat unik, karena sampai saat ini diam itu kata yang tidak baku. Karena apa yang disebut diam tidak sejatinya tidak diam, ,diam Tubuh fisik luarnya tetapi bergerak fisik dalamnya, diam raganya tetapi bergerak jiwanya. Entah ini berlaku pada semua orang atau tidak yang jelas ketika kita terdiam tertidur maka kita masih bernafas, kita masih memproduksi enzim-enzim dalam tubuh.
Maka pencarianku akan diam tidak akan sampai disini. semoga pencarianku bisa ketemu dan tertuliskan disini. Diamku bergerak bagai pohon yang terus menerus mengalirkan air keseluruh bagian-bagian terkecil dari pohon itu sendiri.
Tuesday, April 9, 2013
Akhir Tapi Bukan Sebuah Akhir
Semakin berat wajah ini untuk diangkat melewati lorong panjang itu. "Mas... Mari mas.... Mari kak.", Sapa beberapa adik angkatan ketika berpapasan dengan ku. Aku, sebut saja Hayyas. Aku seorang mahasiswa tingkat akhir di sebuah PTN Yogyakarta. Nasibku semakin tidak jelas, karena kuliah yang tak kunjung berakhir dan peraturan perkuliahan yang semakin tidak berpihak kepada mahasiswa akhir seperti saya ini. Hari demi hari kaki semakin enggan melangkah menginjakan tempat penuh ilmu tersebut.
Hari ini ada sebuah mata kuliah yang kebetulan saya sangat menyukainya yaitu Perancangan Pabrik Kimia. Aku sangat terobsesi suatu saat aku ingin mendirikan sebuah pabrik dikota kelahiran saya. Sebuah pabrik yang mengerti akan nasib pekerjanya, sebuah pabrik yang akan memacu semangat warga daerah saya untuk terus berjuang.
Membisu, lagi-lagi membisu diri ini sulit menceritakan semuanya. Diam terus diam, namun aku yakin bahwa mahasiswa akhir tetapi bukanlah sebuah akhir dari segalanya.
Hari ini ada sebuah mata kuliah yang kebetulan saya sangat menyukainya yaitu Perancangan Pabrik Kimia. Aku sangat terobsesi suatu saat aku ingin mendirikan sebuah pabrik dikota kelahiran saya. Sebuah pabrik yang mengerti akan nasib pekerjanya, sebuah pabrik yang akan memacu semangat warga daerah saya untuk terus berjuang.
Membisu, lagi-lagi membisu diri ini sulit menceritakan semuanya. Diam terus diam, namun aku yakin bahwa mahasiswa akhir tetapi bukanlah sebuah akhir dari segalanya.
Sunday, April 7, 2013
Terdiamku itu bergerak
Lama aku menatap nasibku kebelakang. Jauh dibelakang sana, ternyata kehidupanku sungguh morat-marit. Selama ini aku hanya duduk-duduk manis bersendagurau berbincang-bincang seolah hidup itu harus dinikmati. Ternyata hidup tak segampang itu, ternyata hidup ini tidak mau berjalan lambat-lambat. Bahkan hidup itu sungguh cepat. Kemarin saya masih sekolah SD dan secara tak terduga sekarang sudah menempuh pendidikan diperguruan tinggi dan kehidupan sosial.
Mematung, melamun dan sekarang terenungkan apa yang sudah saya lakukan. Dalam "kesantai-anku" menjalani hidup kini aku menyadari bahwa waktu itu sungguh sangat cepat. Terdiamku harus segera bergerak.
Menulis bukanlah bidangku dari SD sampai sekarangpun saya masih belum begitu tau seluk-beluk menulis. Ketertarikan pada tulisan-tulisan pun tidak ada jangankan yang ilmiah yang tulisan cerita saja aku tidak suka. Tetapi aneh dan ini nyata sekrang ketika penyesalan menghampiri karena banyak waktu yang terbuang percuma. Ketertarikanku berpindah sedikit demi sedikit saya mulai menulis blog, menulis buku, dll. Ternyata itu menyenangkan dan tidak sesulit belajar ketika SMA dahulu.
Apa ini karena keterdiamanku sehingga "ruh"ku bergerak dengan sendirinya. atau jangan-jangan terdiamku itu bergerak.
Mematung, melamun dan sekarang terenungkan apa yang sudah saya lakukan. Dalam "kesantai-anku" menjalani hidup kini aku menyadari bahwa waktu itu sungguh sangat cepat. Terdiamku harus segera bergerak.
Menulis bukanlah bidangku dari SD sampai sekarangpun saya masih belum begitu tau seluk-beluk menulis. Ketertarikan pada tulisan-tulisan pun tidak ada jangankan yang ilmiah yang tulisan cerita saja aku tidak suka. Tetapi aneh dan ini nyata sekrang ketika penyesalan menghampiri karena banyak waktu yang terbuang percuma. Ketertarikanku berpindah sedikit demi sedikit saya mulai menulis blog, menulis buku, dll. Ternyata itu menyenangkan dan tidak sesulit belajar ketika SMA dahulu.
Apa ini karena keterdiamanku sehingga "ruh"ku bergerak dengan sendirinya. atau jangan-jangan terdiamku itu bergerak.
Saturday, March 30, 2013
Terbius akan sebuah "embel-embel" profesi
Kamu seorang apa?
Kamu siapa?
Kamu dimana?
Kamu kerja dimana?
Kamu sekarang jadi apa?
apa apa semua jadi apa... dan tak perlu menjadi siapa diri ini.
Kamu siapa?
Kamu dimana?
Kamu kerja dimana?
Kamu sekarang jadi apa?
apa apa semua jadi apa... dan tak perlu menjadi siapa diri ini.
Tuesday, February 26, 2013
Termakan rumus diam
aku termakan rumus diam
tak jernih ku memandang
karena aku tak bisa diam
sehingga jadi tertendang
tak jernih ku memandang
karena aku tak bisa diam
sehingga jadi tertendang
Monday, February 25, 2013
Terdiam
Terdiam, diam adalah berhenti melakukan sesuatu, tidak bergerak dan bersuara. Terdiam berarti menjadi diam. Memang fenomena akhir-akhir ini adalah banyaknya orang yang tidak bisa diam dan terus-bicara dengan sesuatu yang tidak begitu penting kalau dilihat dari skala prioritas. Tetapi banyak diantara kita yang hanya bisa terdiam melihat itu semuanya.
Terdiam bukan berarti mendiam/ membisu tetapi terdiam adalah kondisi terpaksa yang terus memaksa untuk diam. Diam adalah emas, dengan diam berarti meningkatkan kemuliaan kita. tetapi diam tak harus diam karena diam yang berlebihan akan berakibat buruk pada diri kita.
Sering di TV terlihat para anggota partai, pejabat pemerintah, DPR sibuk berbicara ini itu terlihat meyakinkan tetapi suatu saat mereka akan terdiam termakan omongannya sendiri. Merepa sibuk bicara dan tidak bisa berfikir jernih karena mereka sudah teracuni akan omongan-omongannya yang berakibat omongan itu asal omong dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Terdiam sudah, tetapi tetap bisa mengelak dan berlagak ini adalah sebuah jebakan oleh lawan. Kalau memang itu benar mungkin tidak ada salahnya tetapi kalau salah itu hanyalah sebuah fitnah, dan lagi-lagi terdiam termakan omongannya kembali.
Berhentilah bicara dan coba amati jika semisal anda bicara. Maka anda akan jernih dalam memandang suatu persoalan.
Terdiam bukan berarti mendiam/ membisu tetapi terdiam adalah kondisi terpaksa yang terus memaksa untuk diam. Diam adalah emas, dengan diam berarti meningkatkan kemuliaan kita. tetapi diam tak harus diam karena diam yang berlebihan akan berakibat buruk pada diri kita.
Sering di TV terlihat para anggota partai, pejabat pemerintah, DPR sibuk berbicara ini itu terlihat meyakinkan tetapi suatu saat mereka akan terdiam termakan omongannya sendiri. Merepa sibuk bicara dan tidak bisa berfikir jernih karena mereka sudah teracuni akan omongan-omongannya yang berakibat omongan itu asal omong dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Terdiam sudah, tetapi tetap bisa mengelak dan berlagak ini adalah sebuah jebakan oleh lawan. Kalau memang itu benar mungkin tidak ada salahnya tetapi kalau salah itu hanyalah sebuah fitnah, dan lagi-lagi terdiam termakan omongannya kembali.
Berhentilah bicara dan coba amati jika semisal anda bicara. Maka anda akan jernih dalam memandang suatu persoalan.
Membisu
![]() |
| Mangap terus |
Fenomena akhir-akhir ini berkebalikan dengan kata membisu. Karena setiap orang berlomba-lomba untuk bicara dan unjuk gigi berebut kekuasaan dari mulai Lurah, Bupati, Gubernur, Anggota dewan (sekarang kayaknya bukan lagi anggota dengan perwakilan rakyat karena perwakilan rakyatnya jarang disebut), Presiden semua saling diperebutkan.
Fenomena ini terjadi mungkin karena orang berlebihan rasa ingin bicara atau karena selama ini (sebelum era Reformasi) orang atau rakyat dibungkam, dipaksa membisu sehingga begitu lepas bungkamannya semua orang ingin bicara bahkan lupa untuk mendengarkan.
Membisu, membisukan diri, menjauhkan diri dari nafsu untuk terus berbicara adalah salah satu metode pemurnian pikiran. Hampir seluruhnya dalam hidup ini jikalau berlebihan itu akan menimbulkan bencana. Bahkan dalam beragama pun kita dilarang untuk berlebihan dalam beragama. Saya tidak akan membahas tentang agama karena saya termasuk golongan abangan.
Berbicara, berbicara dan berbicara. orang begitu sibuknya untuk berbicara bahkan termasuk saya sekarang ini sedang sibuk berbicara dalam tulisan meskipun mulut saya berpuasa untuk tidak berbicara. Bagaimana bisa jernih pemikiran kita jika kita berfikir sambil bicara, memang sebagian dari orang diantara kalian mampu untuk melakukan itu. Tetapi pada dasarnya manusia itu hanya bisa fokus pada suatu hal.
Ambillah jarak untuk berhenti berbicara, coba renungkan bagaimana seandainya kamu terus berbicara. Tentu dengan lepas dari sesuatu dan memandangnya dari luar itu akan jauh lebih jernih ketimbang kita masuk kedalamnya. Untuk itu membisulah ketika mulutmu itu tak mau diam, dan teriaklah ketika mulutmu itu tidak mau bicara.
Berbicara atau diam itu akan menjadi sebuah penyakit jika engkau berlebihan dalam melakukannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
