Sekian lama saya tidak menuliskan apa yang menjadi uneg-uneg saya. Saya sedang menjalani puasa untuk membisu. Banyak sekali uneg-uneg yang tersimpan selama saya menjalani puasa. Uneg-uneg ini tidak akan saya sampaikan semuanya disini karena kalau saya sampaikan artinya saya puasa hanya terpaksa saya puasa hanya ibarat pohon yang tidak berbuah.
Tidak berbuah tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah ketika pohon berbuah dan buahnya busuk itu yang akan menjadikan kekecewaan terhadap pemiliknya. Itu pula yang sedang terjadi di Indonesia, buah-buah yang didapat adalah buah busuk. Semua seolah-olah membela rakyat kecil tetapi apa yang mereka omongkan tidak sama dengan apa yang mereka lakukan.
"Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna." tetapi itu peribahasa yang berasal dari nenek moyang Indonesia itu tidak berlaku di Indonesia. Semua orang sempurna dan benar, asalkan setiap hari sudah menggunakan simbol-simbol kebenaran serta melakukan hal-hal kecil yang mencerminkan kebenaran secara kasat mata. Padahal apa yang dilihat secara kasat mata belum tentu benar secara hakiki karena sejatinya kebenaran hakiki dilihat dari niat dan maksud dalam melakukan perbuatan.
Banyak manusia hidup diatas pura-pura. Kepura-puraan inilah yang menjauhkan kita kepada kenyataan bahwa sebenarnya kita adalah Bangsa yang besar, bahwa Indonesia adalah atlantis yang hilang. Para pemimpin lebih sibuk mengatur kepura-puraanya sebagai orang baik yang dengan bangganya mereka menyebutnya pencitraan bahwa dengan membangun citra adalah utama. Sebenarnya mereka sudah membuka langsung kebobrokan dirinya yang hanya berpura-pura baik tetapi alangkah indahnya Negeri ini sebagian rakyat bertepuk tangan atas prestasi kepura-puraan para pejabat. Mungkin karena terlalu lama disuguhi drama-drama sinetron yang penuh dengan manis-manis kepura-puraan.
Sampai saat tulisan ini ditulis saya pun masih melakukan kepura-puraan untuk berpuasa bisu. Ini untuk membangun citra saya sebagai seorang pendiam. Dan semoga anda juga sukses dalam membangun citra anda. Citra yang bukan hanya sekedar akting belaka tetapi citra yang pebuh dengan kepura-puraan yang diselipi kebusukan anda. Mari kita hancurkan Negara Indonesia ini dengan pencitraan yang berbuah busuk.
22 Mei 2013 di Kamar yang Gelap
No comments:
Post a Comment