Suara sumbang adalah suara yang dianggap melenceng dari nada dasar. Kebanyakan orang menganggap suara sumbang adalah suara mati yang tak sepatutnya diperdengarkan. Suara sumbang adalah suara yang nyleneh yang tidak sama dengan suara pada umumnya.
Dalam musik Jazz suara sumbang adalah ide dasar lahirnya musik tersebut. Saya kurang tau pasti karena saya bukan pemusik Jazz. Tetapi dari apa yang saya ketahui dan sempat juga mendapatkan qauliyah 1 jam bersama Beben Jazz bahwa Jazz itu tangga nadanya ada yang berbeda dengan tangga nada pada umumnya. Dengan bahasa awam saya menyebut ada yang sumbang kalau itu dibandingkan dengan nada pada umumnya.
Berangkat dari Jazz kita ketahui bahwa Jazz adalah musik yang indah musik yang dikagumi banyak orang. Padahal kita ketahui itu berawal dari nada yang sumbang. Jadi bisa kita sedikit ambil kesimpulan bahwa nada sumbang tidak selamanya jelek sumbang bisa menjadi indah kalau tau bagaimana cara meletakannya. Bangsa Indonesia ini sudah lama bernyanyi merdu, merdu sekali. Semuanya sama, sama saja, sama-sama bermental kuli, tak berakal meski berotak. Sudah saatnya ganti trend masuk ke nada sumbang.
Jiwa muda harusnya menyukai nada sumbang. Mahasiswa kritis suka berdemo itu menyuarakan nada sumbang. Hal itu adalah cikal bakal perubahan Indonesia tetapi sedikit mahasiswa yang konsisten menyuarakan nada sumbang. Atau mungkin karena terlalu seringnya mendengar suara merdu membuat mahasiswa begitu lepas dari embel-embel mahasiswa menjadi ikut-ikutan menyanyikan nada merdu. Atau mungkin karena mereka menyadari bahwa menjadi nada sumbang itu sulit karena sebagian besar bernyanyi merdu.
Sampai saat ini saya belum mengerti apakah saya bernada sumbang atau nyaring bunyinya. Yang jelas saya akan menjadi saya dan tidak akan memiliki apa-apa (harapan dan doa).
Dari kamar yang pengap..
Sunday, May 26, 2013
Tuesday, May 21, 2013
Puasa Bisu
Sekian lama saya tidak menuliskan apa yang menjadi uneg-uneg saya. Saya sedang menjalani puasa untuk membisu. Banyak sekali uneg-uneg yang tersimpan selama saya menjalani puasa. Uneg-uneg ini tidak akan saya sampaikan semuanya disini karena kalau saya sampaikan artinya saya puasa hanya terpaksa saya puasa hanya ibarat pohon yang tidak berbuah.
Tidak berbuah tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah ketika pohon berbuah dan buahnya busuk itu yang akan menjadikan kekecewaan terhadap pemiliknya. Itu pula yang sedang terjadi di Indonesia, buah-buah yang didapat adalah buah busuk. Semua seolah-olah membela rakyat kecil tetapi apa yang mereka omongkan tidak sama dengan apa yang mereka lakukan.
Tidak berbuah tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah ketika pohon berbuah dan buahnya busuk itu yang akan menjadikan kekecewaan terhadap pemiliknya. Itu pula yang sedang terjadi di Indonesia, buah-buah yang didapat adalah buah busuk. Semua seolah-olah membela rakyat kecil tetapi apa yang mereka omongkan tidak sama dengan apa yang mereka lakukan.
Subscribe to:
Posts (Atom)