Aku terdiam sekian lama. Aku mencoba mencerna memaknai apa yang selama ini telah aku terima. Diamku karena dipaksa untuk diam. Siapa yang memaksanya?
Susunan-susunan peraturan kehidupan. Susunan-susunan pemahaman akan sebuah kehidupan. Peraturan yang dangkal dan sarat akan modifikasi penjajahan mental Bangsa. Pemahan Bangsa yang dangkal dan mudah terjajah oleh kemunafikan, oleh sesuatu yang lemah.
Bangsa mudah di arahkan ke kanan atau ke kiiri. Yang sehingga membuatku dipaksa terdiam. Karena majuku adalah mundurnya mereka dan mundurku adalah majunya mereka.
DIAM!!!
Monday, April 15, 2013
Thursday, April 11, 2013
Diamku Bukan Berarti Tidak Mau
Engkau berulah aku diam
Engkau memakiku aku diam
Engkau menindasku aku diam
Engkau merampoku aku diam
Engkau tipu aku akupun terdiam
Engkau hina aku akupun terdiam
Engkau kelabuhi aku akupun terdiam
Engkau bohongi aku akupun terdiam
Engkau sesukamu akupun terdiam
Engkau tidak peduli akupun terdiam
Engkau cuek akupun terdiam
Engkau tidur akupun terdiam
Bukan karena diam lalu aku tidak tau dan tidak peduli
Aku diam karena diamku adalah sebuah pelajaran bagimu untuk lebih mengerti diri
(Kubah Khoirurobiq Jogja, 12/4/2013 )
Engkau memakiku aku diam
Engkau menindasku aku diam
Engkau merampoku aku diam
Engkau tipu aku akupun terdiam
Engkau hina aku akupun terdiam
Engkau kelabuhi aku akupun terdiam
Engkau bohongi aku akupun terdiam
Engkau sesukamu akupun terdiam
Engkau tidak peduli akupun terdiam
Engkau cuek akupun terdiam
Engkau tidur akupun terdiam
Bukan karena diam lalu aku tidak tau dan tidak peduli
Aku diam karena diamku adalah sebuah pelajaran bagimu untuk lebih mengerti diri
(Kubah Khoirurobiq Jogja, 12/4/2013 )
Diam itu Sebuah Kemerdekaan Sesungguhnya.
Tidak perlu berteriak
Tidak perlu berbicara
Tidak perlu berargumen
Tidak perlu bilang saya merdeka
Tidak perlu menuntut apa-apa
Tidak perlu kesana-kemari
Tidak perlu naik turun
Tidak perlu kemana-mana
Tidak perlu ke Negar lain
Tidak perlu memohon bantuan
Tidak perlu bergerak
Cukup diam, diam dan diam
Renungi hidup
Dan Kemerdekaan yang sejati akan kita dapatkan.
Tidak perlu berbicara
Tidak perlu berargumen
Tidak perlu bilang saya merdeka
Tidak perlu menuntut apa-apa
Tidak perlu kesana-kemari
Tidak perlu naik turun
Tidak perlu kemana-mana
Tidak perlu ke Negar lain
Tidak perlu memohon bantuan
Tidak perlu bergerak
Cukup diam, diam dan diam
Renungi hidup
Dan Kemerdekaan yang sejati akan kita dapatkan.
Wednesday, April 10, 2013
Puasa Diam Ditengah Kebebasan Berbicara
Negara ini negara demokrasi katanya sih. Negara ini menjamin setiap orang untuk bebas berpendapat katanya juga sih. Dan negara ini membebaskan untuk berbicara apa saja asalkan itu ada bukti walaupun itu menyakiti orang lain katanya juga sih.
Itu adalah sebuah era kebebasan dimana orang bebas berpendapat dimana media beramai-ramai menggali segala sesuatu (terutama yang buruk-buruk kelihatannya sih tp ya). Ditengah-tengah itu semua justru membuat saya semakin bingung akan hidup ini bukankah membuka keburukan orang lain sama saja membuka keburukan diri sendiri.
Untuk itu perlu dilakukannya puasa diam agar kita menjadi pribadi yang bersih yang tidak terkontaminasi pikiran-pikiran buruk terhadap orang lain. Saya ingin bertanya kepada anda, Lebih enak mana jika anda memikirkan yang seneng-seneng atau memikirkan yang membuat anda sedih?
Jawab dan renungkan jika kita memikirkan keburukan orang lain itu membuat kita bahagia atau tidak? Atau kita malah jadi emosi karena sikap orang-orang yang terlihat keburukannya tersebut? Indonesia melalui survey dunia menduduki peringkat satu bahwa rakyatnya yang paling bahagia. Ini adalah sebuah kekuatan yang luar biasa sehingga kenapa Indonesia bisa melalui masa-masa sulit dengan tenang-tenang saja.
Nah inilah yang menjadi kekhawatiran segelintir orang didunia takutnya Indonesia bangkit. Indonesia negara yang sangat kaya, kalau saja Bangsa ini mau marah dan tidak mengijinkan orang asing mengolah apa-apa yang dimiliki Bangsa ini maka itu adalah sebuah kebangkitan Indonesia.
Tetapi orang-orang yang tidak menginginkan Indonesia bangkit tau bahwa Bangsa ini tidak akan marah hanya karena hartanya dicuri sedikit demi sedikit. Karena Bangsa ini adalah Bangsa yang unik, tetapi yang ditakuti adalah ketika kebangkitannya itu berdasarkan kesadaran yang mungkin bisa berakibat berbaliknya arah.
Nah kesadaran itu akan muncul manakala semua rakyatnya tenang pikirannya dan tidak terbebani pikiran-pikiran kotor yang setiap hari selalu saja disuguhkan di media-media Indonesia. Berpuasalah Berpuasalah!!!
Itu adalah sebuah era kebebasan dimana orang bebas berpendapat dimana media beramai-ramai menggali segala sesuatu (terutama yang buruk-buruk kelihatannya sih tp ya). Ditengah-tengah itu semua justru membuat saya semakin bingung akan hidup ini bukankah membuka keburukan orang lain sama saja membuka keburukan diri sendiri.
Untuk itu perlu dilakukannya puasa diam agar kita menjadi pribadi yang bersih yang tidak terkontaminasi pikiran-pikiran buruk terhadap orang lain. Saya ingin bertanya kepada anda, Lebih enak mana jika anda memikirkan yang seneng-seneng atau memikirkan yang membuat anda sedih?
Jawab dan renungkan jika kita memikirkan keburukan orang lain itu membuat kita bahagia atau tidak? Atau kita malah jadi emosi karena sikap orang-orang yang terlihat keburukannya tersebut? Indonesia melalui survey dunia menduduki peringkat satu bahwa rakyatnya yang paling bahagia. Ini adalah sebuah kekuatan yang luar biasa sehingga kenapa Indonesia bisa melalui masa-masa sulit dengan tenang-tenang saja.
Nah inilah yang menjadi kekhawatiran segelintir orang didunia takutnya Indonesia bangkit. Indonesia negara yang sangat kaya, kalau saja Bangsa ini mau marah dan tidak mengijinkan orang asing mengolah apa-apa yang dimiliki Bangsa ini maka itu adalah sebuah kebangkitan Indonesia.
Tetapi orang-orang yang tidak menginginkan Indonesia bangkit tau bahwa Bangsa ini tidak akan marah hanya karena hartanya dicuri sedikit demi sedikit. Karena Bangsa ini adalah Bangsa yang unik, tetapi yang ditakuti adalah ketika kebangkitannya itu berdasarkan kesadaran yang mungkin bisa berakibat berbaliknya arah.
Nah kesadaran itu akan muncul manakala semua rakyatnya tenang pikirannya dan tidak terbebani pikiran-pikiran kotor yang setiap hari selalu saja disuguhkan di media-media Indonesia. Berpuasalah Berpuasalah!!!
Ketika yang Lain Bergerak Aku Terdiam
Mungkin ini memang judul yang aneh untuk sebuah tulisan. Tetapi memang ini judulnya karena blog ini sebenarnya juga blog yang aneh. Blog seorang yang terkena penyakit setengah, setengah badannya dalam pemikiran yang berbeda arah dengan setengah badannya yang sama arah dengan kebanyakan orang.
Bagaimana bisa itu terjadi? Saya sendiri sebagai pemilik badan juga merasa bingung kenapa ini bisa terjadi yang jelas ini berakibat terdiamnya diriku ketika yang lain bergerak. Sampai saat ini masih sulit bagaimana menjelaskan diri ini. Sampai saat ini hanya bisa terdiam menanti hilangnya diam ini. Sampai saat ini saya masih sibuk mencari apa arti diamku ini.
Menurut apa yang aku ketahui baik dari orang lain maupun dari bayangan-bayangan mimpi yang tidak jelas bahwa diam adalah salah satu perilaku yang sangat unik, karena sampai saat ini diam itu kata yang tidak baku. Karena apa yang disebut diam tidak sejatinya tidak diam, ,diam Tubuh fisik luarnya tetapi bergerak fisik dalamnya, diam raganya tetapi bergerak jiwanya. Entah ini berlaku pada semua orang atau tidak yang jelas ketika kita terdiam tertidur maka kita masih bernafas, kita masih memproduksi enzim-enzim dalam tubuh.
Maka pencarianku akan diam tidak akan sampai disini. semoga pencarianku bisa ketemu dan tertuliskan disini. Diamku bergerak bagai pohon yang terus menerus mengalirkan air keseluruh bagian-bagian terkecil dari pohon itu sendiri.
Bagaimana bisa itu terjadi? Saya sendiri sebagai pemilik badan juga merasa bingung kenapa ini bisa terjadi yang jelas ini berakibat terdiamnya diriku ketika yang lain bergerak. Sampai saat ini masih sulit bagaimana menjelaskan diri ini. Sampai saat ini hanya bisa terdiam menanti hilangnya diam ini. Sampai saat ini saya masih sibuk mencari apa arti diamku ini.
Menurut apa yang aku ketahui baik dari orang lain maupun dari bayangan-bayangan mimpi yang tidak jelas bahwa diam adalah salah satu perilaku yang sangat unik, karena sampai saat ini diam itu kata yang tidak baku. Karena apa yang disebut diam tidak sejatinya tidak diam, ,diam Tubuh fisik luarnya tetapi bergerak fisik dalamnya, diam raganya tetapi bergerak jiwanya. Entah ini berlaku pada semua orang atau tidak yang jelas ketika kita terdiam tertidur maka kita masih bernafas, kita masih memproduksi enzim-enzim dalam tubuh.
Maka pencarianku akan diam tidak akan sampai disini. semoga pencarianku bisa ketemu dan tertuliskan disini. Diamku bergerak bagai pohon yang terus menerus mengalirkan air keseluruh bagian-bagian terkecil dari pohon itu sendiri.
Tuesday, April 9, 2013
Akhir Tapi Bukan Sebuah Akhir
Semakin berat wajah ini untuk diangkat melewati lorong panjang itu. "Mas... Mari mas.... Mari kak.", Sapa beberapa adik angkatan ketika berpapasan dengan ku. Aku, sebut saja Hayyas. Aku seorang mahasiswa tingkat akhir di sebuah PTN Yogyakarta. Nasibku semakin tidak jelas, karena kuliah yang tak kunjung berakhir dan peraturan perkuliahan yang semakin tidak berpihak kepada mahasiswa akhir seperti saya ini. Hari demi hari kaki semakin enggan melangkah menginjakan tempat penuh ilmu tersebut.
Hari ini ada sebuah mata kuliah yang kebetulan saya sangat menyukainya yaitu Perancangan Pabrik Kimia. Aku sangat terobsesi suatu saat aku ingin mendirikan sebuah pabrik dikota kelahiran saya. Sebuah pabrik yang mengerti akan nasib pekerjanya, sebuah pabrik yang akan memacu semangat warga daerah saya untuk terus berjuang.
Membisu, lagi-lagi membisu diri ini sulit menceritakan semuanya. Diam terus diam, namun aku yakin bahwa mahasiswa akhir tetapi bukanlah sebuah akhir dari segalanya.
Hari ini ada sebuah mata kuliah yang kebetulan saya sangat menyukainya yaitu Perancangan Pabrik Kimia. Aku sangat terobsesi suatu saat aku ingin mendirikan sebuah pabrik dikota kelahiran saya. Sebuah pabrik yang mengerti akan nasib pekerjanya, sebuah pabrik yang akan memacu semangat warga daerah saya untuk terus berjuang.
Membisu, lagi-lagi membisu diri ini sulit menceritakan semuanya. Diam terus diam, namun aku yakin bahwa mahasiswa akhir tetapi bukanlah sebuah akhir dari segalanya.
Sunday, April 7, 2013
Terdiamku itu bergerak
Lama aku menatap nasibku kebelakang. Jauh dibelakang sana, ternyata kehidupanku sungguh morat-marit. Selama ini aku hanya duduk-duduk manis bersendagurau berbincang-bincang seolah hidup itu harus dinikmati. Ternyata hidup tak segampang itu, ternyata hidup ini tidak mau berjalan lambat-lambat. Bahkan hidup itu sungguh cepat. Kemarin saya masih sekolah SD dan secara tak terduga sekarang sudah menempuh pendidikan diperguruan tinggi dan kehidupan sosial.
Mematung, melamun dan sekarang terenungkan apa yang sudah saya lakukan. Dalam "kesantai-anku" menjalani hidup kini aku menyadari bahwa waktu itu sungguh sangat cepat. Terdiamku harus segera bergerak.
Menulis bukanlah bidangku dari SD sampai sekarangpun saya masih belum begitu tau seluk-beluk menulis. Ketertarikan pada tulisan-tulisan pun tidak ada jangankan yang ilmiah yang tulisan cerita saja aku tidak suka. Tetapi aneh dan ini nyata sekrang ketika penyesalan menghampiri karena banyak waktu yang terbuang percuma. Ketertarikanku berpindah sedikit demi sedikit saya mulai menulis blog, menulis buku, dll. Ternyata itu menyenangkan dan tidak sesulit belajar ketika SMA dahulu.
Apa ini karena keterdiamanku sehingga "ruh"ku bergerak dengan sendirinya. atau jangan-jangan terdiamku itu bergerak.
Mematung, melamun dan sekarang terenungkan apa yang sudah saya lakukan. Dalam "kesantai-anku" menjalani hidup kini aku menyadari bahwa waktu itu sungguh sangat cepat. Terdiamku harus segera bergerak.
Menulis bukanlah bidangku dari SD sampai sekarangpun saya masih belum begitu tau seluk-beluk menulis. Ketertarikan pada tulisan-tulisan pun tidak ada jangankan yang ilmiah yang tulisan cerita saja aku tidak suka. Tetapi aneh dan ini nyata sekrang ketika penyesalan menghampiri karena banyak waktu yang terbuang percuma. Ketertarikanku berpindah sedikit demi sedikit saya mulai menulis blog, menulis buku, dll. Ternyata itu menyenangkan dan tidak sesulit belajar ketika SMA dahulu.
Apa ini karena keterdiamanku sehingga "ruh"ku bergerak dengan sendirinya. atau jangan-jangan terdiamku itu bergerak.
Subscribe to:
Posts (Atom)