Negara ini negara demokrasi katanya sih. Negara ini menjamin setiap orang untuk bebas berpendapat katanya juga sih. Dan negara ini membebaskan untuk berbicara apa saja asalkan itu ada bukti walaupun itu menyakiti orang lain katanya juga sih.
Itu adalah sebuah era kebebasan dimana orang bebas berpendapat dimana media beramai-ramai menggali segala sesuatu (terutama yang buruk-buruk kelihatannya sih tp ya). Ditengah-tengah itu semua justru membuat saya semakin bingung akan hidup ini bukankah membuka keburukan orang lain sama saja membuka keburukan diri sendiri.
Untuk itu perlu dilakukannya puasa diam agar kita menjadi pribadi yang bersih yang tidak terkontaminasi pikiran-pikiran buruk terhadap orang lain. Saya ingin bertanya kepada anda, Lebih enak mana jika anda memikirkan yang seneng-seneng atau memikirkan yang membuat anda sedih?
Jawab dan renungkan jika kita memikirkan keburukan orang lain itu membuat kita bahagia atau tidak? Atau kita malah jadi emosi karena sikap orang-orang yang terlihat keburukannya tersebut? Indonesia melalui survey dunia menduduki peringkat satu bahwa rakyatnya yang paling bahagia. Ini adalah sebuah kekuatan yang luar biasa sehingga kenapa Indonesia bisa melalui masa-masa sulit dengan tenang-tenang saja.
Nah inilah yang menjadi kekhawatiran segelintir orang didunia takutnya Indonesia bangkit. Indonesia negara yang sangat kaya, kalau saja Bangsa ini mau marah dan tidak mengijinkan orang asing mengolah apa-apa yang dimiliki Bangsa ini maka itu adalah sebuah kebangkitan Indonesia.
Tetapi orang-orang yang tidak menginginkan Indonesia bangkit tau bahwa Bangsa ini tidak akan marah hanya karena hartanya dicuri sedikit demi sedikit. Karena Bangsa ini adalah Bangsa yang unik, tetapi yang ditakuti adalah ketika kebangkitannya itu berdasarkan kesadaran yang mungkin bisa berakibat berbaliknya arah.
Nah kesadaran itu akan muncul manakala semua rakyatnya tenang pikirannya dan tidak terbebani pikiran-pikiran kotor yang setiap hari selalu saja disuguhkan di media-media Indonesia. Berpuasalah Berpuasalah!!!
No comments:
Post a Comment